PKS Update :

Pelatihan Pasutri, Budayakan Komunikasi Bantal

Minggu, 08 April 2012

Cilegon - Bertempat di Gedung pertemuan SKI Cilegon, hari Ahad, 8 April 2012 Bidang Perempuan DPD Partai Keadilan Sejahtera kota Cilegon menyelenggarakan Pelatihan Keluarga Sakinah Mawadah wa Rahmah (samara). Kegiatan ini diikuti oleh puluhan pasang suami istri kader PKS.

Dalam sambutannya, Ketua DPD PKS Cilegon M. Asro menegaskan bahwa PKS sebagai partai yang berbasis kader memandang perlu membekali keluarga kader PKS untuk membina hubungan pasangan suami istri lebih harmonis sesuai ajaran Islam yaitu menuju keluarga sakinah, mawadah dan rahmah. Hal ini dianggap vital sebab bagi PKS keluarga kader adalah cerminan contoh bagi masyarakat di sekitarnya.

Lebih lanjut Asro juga menekankan bahwa dakwah kepada masyarakat bermula dari kokohnya keluarga. Keluarga yang kokoh merupakan bekal kokohnya masyarakat. Bagaimana akan menyeru kebaikan kepada masyarakat jika keluarga sendiri terlupakan.

Sementara itu ketua Bidang Perempuan DPD PKS Cilegon menyampaikan bahwa kegiatan ini sebetulnya sudah terencana beberapa bulan yang lalu bahkan beberapa kali sempat tertunda karena agenda partai yang lain. Alhamdulillah kegiatan ini dapat terselenggara dengan target peserta sesuai yang diharapkan. Dirinya juga berpesan kepada para ibu selaku bagian penting dalam keluarga bahwa wanita selayaknya memiliki karakter yang kokoh, tangguh dan transformatif menghadapi perkembangan.


Acara inti pemaparan materi disampaikan oleh Ustadz Cahyadi Takariawan, seorang konsultan keluarga dan penulis buku yang produktif dari Yogyakarta. Dalam paparannya masalah visi keluarga bagi keluarga PKS sesungguhnya sudah selesai dan dipahami oleh para kader. Yang sering teradi justru masalah-masalah kecil yang karena kurang keterbukaan jadi malah melebar dalam keluarga. Bagi para suami dicontohkan ketika mengalami kekurangan ekonomi mereka memiliki hipersensitif terhadap segala komentar dan tindakan istri. Maka yang perlu dibangun adalah komunikasi yang terus menerus dan intens sekalipun kesibukan suami istri beragam.

Dalam komunikasi tak perlu membatasi pada tema yang berat. Justru komunikasi yang ringan dan mengalir dapat mencairkan suasanan dan memetakan kondisi suami istri dalam menghadapi masalahnya masing-masing. Kiat yang cukup sederhana dan mudah diterapkan adalah komunikasi ‘bantal’, yakni menyediakan waktu satu jam sebelum tidur untuk berbagi. Sesibuk apapun suami dan semalam apapun pulang, waktu satu jam sebelum istirahat dianggap sebagai waktu yang efektif. (EM)
Share this Article on :

0 komentar:

Poskan Komentar

 
© Copyright PKS Cilegon 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.